Pemprov Jateng Siapkan Skenario Penanganan Menyambut 23.5 Juta Pemudik Lebaran 2022

Beberapa strategi dalam menghadapi arus mudik lebaran 2022 telah disiapkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama stakeholder terkait. Mengantisipasi volume mudik 2022 yang lebih besar karena sudah tiga tahun tidak mudik akibat pandemi Covid-19, melibatkan berbagai stakeholder antara lain Dinas Perhubungan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, serta instansi terkait lainnya. Sehingga pelaksanaan mudik berjalan lancar, penyebaran Covid-19 semakin landai dan dapat dikendalikan, ketersediaan bahan bakar dan kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi.Adanya pergerakan ekonomi memberikan banyak dampak positif dari mudik bagi Jawa Tengah. Berdasarkan survei Kementrian Perhubungan RI, sebanyak 85 juta orang akan mudik ke berbagai daerah di Indonesia. Dari 85 juta sekitar 23,5 juta orang pemudik tujuan ke Jawa Tengah, dan kurang lebih 13 juta orang akan melintas Jawa Tengah.Berbagai persiapan tersebut memerlukan koordinasi lintas sektoral. Baik dengan pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, kota, Polri, dan sebagainya. Tidak kalah penting juga, penyiapan jalur-jalur alternatif untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan serta antisipasi mobilitas manusia di tempat-tempat wisata. Hal ini terkait dengan adanya libur cuti bersama yang ditetapkan pemerintah.Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah Henggar Budi Anggoro menjelaskan, berbagai skenario pengaturan transportasi yang akan diterapkan selama arus mudik dan balik Lebaran 2022. Di antaranya saat arus mudik akan diberlakukan one way atau satu arah di jalan tol dari arah barat. Penerapan one way mulai tanggal 28 April-1 Mei 2022. Sedangkan pada arus balik akan diberlakukan one way dari arah timur mulai 6 -9 Mei 2022.(Semarang, 12 April 2022)

Bagikan Berita