Terobosan "Smart Province", Jateng Tingkatkan Kemudahan Ketepatan dan Kepercayaan Masyarakat

Pelayanan publik dengan memanfaatkan teknologi informasi menjadi salah satu upaya untuk memberikan pelayanan prima bagi masyarakat, sekaligus meminimalisasi praktik pungutan liar (pungli) oleh oknum aparat pemerintah. Dengan begitu, cita-cita menjadi provinsi cerdas atau smart province, demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dapat terwujud.“Esensi smart province adalah memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang berbasis digital, sehingga program menjadi lebih efisien dan transparan, baik di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, maupun bidang-bidang lainnya,” ujar Gubernur Jawa Tengah, melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Tengah, Riena Retnaningrum, pada Sosialisasi Program Gerakan Menuju Provinsi Cerdas (Smart Province) di Jawa Tengah, yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, di Hotel Novotel Semarang, Senin (10/10/2022).Ditambahkan, smart province juga membentuk perilaku dan budaya masyarakat digital, dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Saat ini, Pemerintah Jawa Tengah berproses mewujudkan smart province, dengan menerapkan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang berbasis TIK. Beberapa langkah yang diambil, antara lain mengintegrasikan data, aplikasi, serta infrastruktur TIK. Selain itu, memperluas publikasi informasi dan komunikasi, maupun penguatan pengamanan informasi.Gubernur menuturkan, infrastruktur teknologi informasi masih menjadi isu terkini yang membutuhkan langkah improvisasi. Di samping itu, terus meningkatkan ketersediaan dan kemampuan sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan maupun keterampilan teknologi informasi. Penerapan teknologi informasi pun terus didorong tidak semata-mata mengikuti tren yang berkembang saat ini, namun harus dapat dimanfaatkan untuk kepentingan yang jauh lebih bermanfaat kepada masyarakat. (Semarang, 10 Oktober 2022)

Bagikan Berita